Kamis, 21 April 2016

Definisi Cinta



Apa itu Cinta?

Cinta menurut saya ketika kita menaruh perasaan dihati untuk seseorang yang dituju. Cinta itu bisa kita rasakan sejak lahir, ketika lahir dimuka bumi ada sesosok ayah dan ibu yang mencintai kita dan menyanyangi kita. Dan setelah kita bertambah umur dan beranjak dewasa kita pun mulai merasakan mecintai dan menyayangi seseorang. Contoh kecil dari mencintai dari lingkungan terdekat kita yaitu mencintai ayah, ibu, dan saudara-saudara kita. Terkadang cinta itu membuat kita tertawa bahagia bahkan juga cinta itu bisa membuat kita bersedih. Cinta itu adalah hal yang sulit ditebak dan sulit untuk diungkapan kata-kata. Ketika saya beranjak dewasa saya pun mulai merasakan cinta kepada seorang bukan lagi hanya kepada keluarga. Ketika saya duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tepatnya kelas 1 pada saat itu awal mula saya mengenal cinta kepada lawan jenis, walaupun pada umur segitu kita masih bilangnya masih cinta monyet atau hanya cinta mainan belaka. Awalnya saya tidak mempunyai perasaan kepada seseorang itu, tetapi seiring berjalannya waktu saya pun mulai merasakan cinta kepada perempuan itu. Entah kenapa saya bisa merasakan cinta kepada perempuan itu, mungkin dikarenakan kita saling mengenal satu sama lain dan kita saling mengisi satu sama lain dengan memberikan perhatian. Dan akhirnya kita mempunyai perasaan yang sama, dan sampai akhirnya kita menjalin suatu hubungan yaitu berpacaran. Setelah berjalan waktu selama pacaran itu kita lebih saling mengenal lagi satu sama lain, tertawa bersama, suka duka kita jalani bersama. Dan pada sampai akhirnya kita menjalani hubungan kurang lebih 7 bulan lamanya, entah kenapa salah satu diantara kita menyudahi hubungan ini. Ya namanya aja hanya cinta monyet atau cinta main-main. Itulah awalnya ketika saya merasakan cinta kepada seseorang perempuan.
Dan seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umur saya, saya sudah banyak merasakan cinta kepada seseorang perempuan. Dan sampaia akhirnya saya beraumur 17 tahun, mungkin diusia itu sudah bisa dikatakan dewasa dan saya pun mulai merubah pola pikir saya untuk mencintai seseorang supaya tidak hanya untuk main main saja melainkan mencintai seseorang perempuan dengan ketulusan hati. Ketika saya memulai untuk mencintai seseorang perempuan dengan serius dan ketulusan hati ada seseorang perempuan yang membuat hati saya berdetak dan menaruh perasaan saya kepada dia. Dia adalah seorang senior saya ketika saya menduduki Sekolah Menengah Atas (SMA) dia sosok orang yang lucu, asik, baik hati, dan lain-lain hehehe. Maka dari itu saya mulai mengenal dia dan mulai mendekati dia sampai akhirnya kita mempunyai perasaan cinta yang sama sampai saatnya kita menjalani suatu hubungan pacaran. Ketika saya mnejalani hubungan bersama dia merasakan sesuatu yang beda dari hubungan yang sebelumnya. Dia selalu mengisi hari-hari saya yang kosong dan selalu bahagia bersama dan mengalami suka duka bersama. Dan yang lain dari hubungan yang lainnya, keluarga kita udah sangat saling mengenal. Saya mengenali dia kepada keluarga saya, begitu juga dia mengenali saya kepada keluarganya. Saya menjalani hubungan bersama dia ada sekitar 1 tahun 9 bulan dan saya pun beranggapan hubungan saya tidak akan berakhir dikarenakan sudah saling mengenal satu sama lain dari sisi keluarga maupun dari sisi keduanya. Dan pada saatnya suatu masalah pun muncul dan membuat hubungan kita berakhir sudah cukup sampai disini. Namun, walaupun hubungan kita berdua berakhir tetapi komunikasi kita berdua tidak pernah berakhir cukup sampai disini. Dan pada akhirnya selang sekitar 5-7 bulan dia pun mempunyai tambatan hati yang baru yang mengisi kekosongan hatinya.
Dan pada intinya itu adalah cinta itu sesuatu yang tidak bisa kita katakan dan ucapkan dengan kata kata bahkan perbuatan. Tetapi cinta itu adalah sebuah ketulusan hati dimana perasaan kita yang akan mengungkapan sendiri apa itu cinta sebenarnya. Dan pada hakikatnya cinta itu bukan sesuatu yang harus memiliki. Tanpa kita harus memiliki seseorang yang kita cintai, perasaan pun mengalir begitu saja tanpa kita harus memiliki orang tersebut melalui berbagai macam cara yang ada.

Rabu, 20 April 2016

Memberantas Terorisme Yang Pasif



Teror atau terorisme, dua kata yang identik dengan menakut-nakuti bahkan tak jarang juga di identikkan dengan kekerasan. Atau dengan kata lain, terorisme adalah suatu cara atau taktik atau strategi yang digunakan oleh kelompok radikal dalam melakukan aksi, ancaman, dan kekerasan demi mencapai tujuan tertentu. Dimana cara atau taktik yang digunakan adalah menanamkan ketakutan dan teror kepada korbannya yang telah dipilih secara acak, dengan tujuan memberikan ketidaknyamanan atau ketidakamanan ditengah masyarakat.
            Berbicara tentang terorisme, dalam beberapa tahun belakangan ini aksi terorisme semakin merajalela, baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya. Bahkan di mata masyarakat di anggap sebagai salah satu ancaman potensial, karena keberadaannya telah membuat semua orang menjadi cemas, takut, dan juga was-was.
           Secara garis besar, terorisme terbagi menjadi dua peran. Peran pertama adalah teroris aktif dan kedua adalah teroris pasif. Apa itu teroris pasif? Terorisme pasif adalah teroris yang bergerak dengan soft dalam elemen-elemen masyarakat yang mempunyai maksud menyebarkan paham-paham terorismenya kepada masyarakat luas dengan tujuan akhir membuat para korban ter’cuci otak’ akan paham-paham tersebut.
       Dewasa ini banyak sekali dilakukan upaya-upaya pemberantasan teroris yang dilakukan pemerintah secara nyata dengan melawan teroris secara adu senjata. Hasilnya memang cukup mengundang kekaguman pada pemberantas teroris yang diutus oleh pemerintah. Namun bagaimanakah upaya pemberantasan teroris pasif? Apa yang harus dilakukan untuk memberantasnya?
            Teroris Pasif memiliki dasar gerakan dengan menmpengaruhi pola pikir seseorang sehingga sang korban seperti di kendalikan dengan ‘ideologi’ baru yang ditanamkan sang penyebar paham terorisme. Dengan demikian untuk memberantasnya, masyarakat harus bisa menyeleksi dan menangkal setiap paham baru yang baru didengar. Tidak mudah percaya begitu saja tanpa ada penjelasan yang jelas (merujuk pada kitab suci Agama). Dengan begitu paham-paham yang akan disebarkan oleh sang teroris tidak mudah merasuk ke dalam pikiran seseorang.
          Selain dari peranan masyarakat itu sendiri, pemberantasan teroris pasif ini dapat dilakukan oleh pemerintah dengan membangun fasilitas-fasilitas pendidikan yang menekankan pada pembentukan karakter (character building) yang berdasar pada ajaran Agama serta norma dan nilai yang baik dalam berbangsa dan bernegara. Dengan sifat yang berkarakter dan kokoh, seseorang tidak akan mudah terpengaruh dengan paham-paham terorisme yang mulai banyak beredar belakangan ini. Teroris pasif  akan sulit bergerak dalam tiap elemen masyarakat, dan penyebaran paham teroris akan berkurang.

Reklamasi Pantai Di Jakarta



Pengertian Reklamasi

Menurut pengertiannya secara bahasa, reklamasi berasal dari kosa kata dalam Bahasa Inggris, to reclaim yang artinya memperbaiki sesuatu yang rusak. Secara spesifik dalam Kamus Bahasa Inggris-Indonesia terbitan PT. Gramedia disebutkan arti reclaim sebagai menjadikan tanah (from the sea). Masih dalam kamus yang sama, arti kata reclamation diterjemahkan sebagai pekerjaan memperoleh tanah. Para ahli belum banyak yang mendefinisikan atau memberikan pengertian mengenai reklamasi pantai. Kegiatan reklamasi pantai merupakan upaya teknologi yang dilakukan manusia untuk merubah suatu  lingkungan alam menjadi lingkungan buatan, suatu tipologi ekosistem estuaria, mangrove dan terumbu karang menjadi suatu bentang alam daratan.(Maskur, 2008). Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh Orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase (UU No 27 Thn 2007).


Tujuan Reklamasi

Sesuai dengan definisinya, tujuan utama reklamasi adalah menjadikan kawasan berair yang rusak atau tak berguna menjadi lebih baik dan bermanfaat. Kawasan baru tersebut, biasanya dimanfaatkan untuk kawasan pemukiman, perindustrian, bisnis dan pertokoan, pertanian, serta objek wisata. Dalam perencanaan kota, reklamasi pantai merupakan salah satu langkah pemekaran kota. Reklamasi diamalkan oleh negara atau kotakota besar yang laju pertumbuhan dan kebutuhan lahannya meningkat demikian pesat tetapi mengalami kendala dengan semakin menyempitnya lahan daratan (keterbatasan lahan). Dengan kondisi tersebut, pemekaran kota ke arah daratan sudah tidak memungkinkan lagi, sehingga diperlukan daratan baru. Cara reklamasi memberikan keuntungan dan dapat membantu negara/kota dalam rangka penyediaan lahan untuk berbagai keperluan (pemekaran kota), penataan daerah pantai, pengembangan wisata bahari, dll.  Reklamasi kawasan perairan merupakan upaya pembentukan suatu kawasan daratan baru baik di wilayah pesisir pantai ataupun di tengah lautan. Tujuan utama reklamasi ini adalah untuk menjadikan kawasan berair yang rusak atau belum termanfaatkan  menjadi suatu kawasan baru yang lebih baik dan bermanfaat untuk berbagai keperluan ekonomi maupun untuk tujuan strategis lain. Kawasan daratan baru tersebut dapat dimanfaatkan untuk kawasan permukiman, perindustrian, bisnis dan pertokoan, pelabuhan udara, perkotaan, pertanian, jalur transportasi alternatif, reservoir air tawar di pinggir pantai, kawasan pengelolaan limbah dan lingkungan terpadu, dan sebagai tanggul perlindungan daratan lama dari ancaman abrasi  serta untuk menjadi suatu kawasan wisata terpadu.
Biasanya kegiatan reklamasi ini dilakukan oleh suatu otoritas (negara, kota besar, pengelola kawasan) yang memiliki laju pertumbuhan tinggi dan kebutuhan lahannya meningkat pesat, tetapi mengalami kendala keterbatasan atau ketersediaan ruang dan lahan untuk mendukung laju pertumbuhan yang ada, sehingga diperlukan untuk mengembangkan suatu wilayah daratan baru.
Dalam konteks pengembangan wilayah, reklamasi kawasan pantai ini diharapkan akan dapat meningkatkan daya tampung dan daya dukungan lingkungan (environmental carrying capacity) secara keseluruhan bagi kawasan tersebut. Reklamasi dilakukan dalam rangka meningkatkan manfaat sumberdaya lahan yang ditinjau dari sudut lingkungan dan social ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase (UU 27, 2007). Hal ini umumnya terjadi karena semakin tingginya tingkat populasi manusia, khususnya di kawasan pesisir, sehingga perlu dicari solusinya.
Ensiklopedi Nasional Indonesia, 1990, Tujuan reklamasi yaitu untuk  memperbaiki daerah atau areal yang tidak terpakai atau tidak berguna menjadi daerah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia antara lain untuk lahan pertanian, perumahan, tempat rekreasi dan industri.
Sedangkan menurut max wagiu 2011 tujuan dari program reklamasi yaitu:
  1. Untuk mendapatkan kembali tanah yang hilang akibat gelombang laut
  2. Untuk memperoleh tanah baru di kawasan depan garis pantai untuk mendirikan bangunan yang akan difungsikan sebagai benteng perlindungan garis pantai
  3. Untuk alasan ekonomis, pembangunan atau untuk mendirikan konstruksi bangungan dalam skala yang lebih besar.




Manfaat dan Dampak Reklamasi Pantai
Manfaat Reklamasi
Reklamasi pantai sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan lahan perkotaan menjadi kemutlakan karena semakin sempitnya wilayah daratan. Kebutuhan dan manfaat reklamasi dapat dilihat dari aspek tata guna lahan, aspek pengelolaan pantai dan ekonomi. Tata ruang suatu wilayah tertentu kadang membutuhkan untuk direklamasi agar dapat berdaya dan hasil guna. Untuk pantai yang diorientasikan bagi pelabuhan, industri, wisata atau pemukiman yang perairan pantainya dangkal wajib untuk direklamasi agar bisa dimanfaatkan.
Terlebih kalau di area pelabuhan, reklamasi menjadi kebutuhan mutlak untuk pengembangan fasilitas pelabuhan, tempat bersandar kapal, pelabuhan peti-peti kontainer, pergudangan dan sebagainya. Dalam perkembangannya pelabuhan ekspor – impor saat ini menjadi area yang sangat luas dan berkembangnya industri karena pabrik, moda angkutan, pergudangan yang memiliki pangsa ekspor – impor lebih memilih tempat yang berada di lokasi pelabuhan karena sangat ekonomis dan mampu memotong biaya transportasi.
Reklamasi merupakan megaproject dari sebuah pengembangan perkotaan. Besarnya sumber daya dan dana yag dikeluarkan harus sebanding dengan nilai fungsi yang ada setelah reklamasi digunakan. 
Perencanaan dan studi harus mendalam perihal Pekerjaan Reklamasi seperti: (Indonesia Water Institute. 2012)
  1. Pengendalian Dampak Negatif Lingkungan - Campur tangan manusia terhadap alam akan berimbas kepada ekosistem yang ada di laut sebelumnya, maka perlu dilakukannya pencegahan dampak meluas akibat reklamasi ini. Salah satu contoh: ketika Reklamasi Pantai Indah Kapuk selesai, maka persoalan muncul, ketika jalan Tol ir Sedyatmo (Tol Bandara) mengalami banjir beberapa pendapat dikarenakan limpasan dari area Pantai Indah Kapuk.
  2. Supply Air dan Energy – Air dan Energy akan dibutuhkan di daerah pengembangan termasuk juga di daerah rekalamasi, dari sini perencana harus memperhitungkan betul dari mana sumber energy dan listrik. Contoh kasus : bandara Kansai, Jepang, menggunakan Energi Listrik dari Angin untuk memenuhi kebutuhan listrik.
  3. Transportasi yang Terintegrasi – Pengembangan daerah akan berdampak pada arus transportasi di daerah akan meningkat, maka daerah utama dan daerah reklamasi harus diperhitungkan arus transportasi agar menghindari kemacetan karena tidak adanya integrasi dari daerah reklamasi dan daerah utama (daerah asli) . Contoh : Reklamasi di Incheon sebagai Bandara Internasional Korea Selatan, di bangun 3 moda transportasi yaitu, Jlan raya, Kereta, dan Subway untuk menghindari stagnan arus transportasi.
  4. Tata Ruang dan Wilayah – Hal ini tidak terlepas dari awal perencanaan dari Reklamasi. Lahan hasil reklamasi akan digunakan sesuai kebutuhan maka master plan tata ruang dan wilayah harus benar- benar dikerjakan dan diawasi pelaksanaannya. Hal ini menghindari penyebaran daerah kumuh / tak tertata dari sebuah kawasan.
  5. Struktur Lapisan Tanah Reklamasi – Hal ini merupakan syarat utama dari ketahanan struktur. Kekuatan lahan reklamasi terhadap abrasi dan beban bangunan diatasnya harus diperhitungkan agar tidak terjadi kerugian yang besar.











Dampak Reklamasi
Dalam melakukan reklamasi terhadap kawasan pantai, harus memperhatikan berbagai aspek/dampak-dampak yang akan ditimbulkan oleh kegiatan tersebut. Dampak-dampak tersebut antara lain dampak lingkungan, sosial budaya maupun ekonomi. Dampak lingkungan misalnya mengenai perubahan arus laut, kehilangan ekosistem penting, kenaikan muka air sungai yang menjadi terhambat untuk masuk ke laut yang memungkinkan terjadinya banjir yang semakin parah, kondisi lingkungan di wilayah tempat bahan timbunan, sedimentasi, perubahan hidrodinamika yang semuanya harus tertuang dalam analisis mengenai dampak lingkungan. Dampak sosial budaya diantaranya adalah kemungkinan terjadinya pelanggaran HAM (dalam pembebasan tanah), perubahan kebudayaan, konflik masyarakat, dan isolasi masyarakat. Sementara dampak ekonomi diantaranya berapa kerugian masyarakat, nelayan, petambak yang kehilangan mata pencahariannya akibat reklamasi pantai.
Kegiatan Reklamasi pantai memungkinkan timbulnya dampak yang diakibatkan. Adapun untuk menilai dampak tersebut bisa dibedakan dari tahapan yang dilaksanakan dalam proses reklamasi, yaitu : (Maskur, 2008)
  1. Tahap Pra Konstruksi, antara lain meliputi kegiatan survey teknis dan lingkungan, pemetaan dan pembuatan pra rencana, perijinan, pembuatan rencana detail atau teknis.
  2. Tahap Konstruksi, kegiatan mobilisasi tenaga kerja, pengambilan material urug, transportasi material urug, proses pengurugan.
  3. Tahap Pasca Konstruksi, yaitu kegiatan demobilisasi peralatan dan tenaga kerja, pematangan lahan, pemeliharaan lahan.





Wilayah yang kemungkinan terkena dampak adalah : 
  1. Wilayah pantai yang semula merupakan ruang publik bagi masyarakat akan hilang atau berkurang karena akan dimanfaatkan kegiatan privat. Dari sisi lingkungan banyak biota laut yang mati baik flora maupun fauna karena timbunan tanah urugan sehingga mempengaruhi ekosistem yang sudah ada. 
  2. System hidrologi gelombang air laut yang jatuh ke pantai akan berubah dari alaminya. Berubahnya alur air akan mengakibatkan daerah diluar reklamasi akan mendapat limpahan air yang banyak sehingga kemungkinan akan terjadi abrasi, tergerus atau mengakibatkan terjadinya banjir atau rob karena genangan air yang banyak dan lama.
  3. Ketiga, aspek sosialnya, kegiatan masyarakat di wilayah pantai sebagian besar adalah petani tambak, nelayan atau buruh. Dengan adanya reklamasi akan mempengaruhi ikan yang ada di laut sehingga berakibat pada menurunnya pendapatan mereka yang menggantungkan hidup kepada laut. Selanjutnya adalah aspek ekologi, kondisi ekosistem di wilayah pantai yang kaya akan keanekaragaman hayati sangat mendukung fungsi pantai sebagai penyangga daratan. Ekosistem perairan pantai sangat rentan terhadap perubahan sehingga apabila terjadi perubahan baik secara alami maupun rekayasa akan mengakibatkan berubahnya keseimbangan ekosistem. Ketidakseimbangan ekosistem perairan pantai dalam waktu yang relatif lama akan berakibat pada kerusakan ekosistem wilayah pantai, kondisi ini menyebabkan kerusakan pantai. 
Ada bermacam dampak reklamasi daerah pesisir pantai yang banyak dilakukan pada negara atau kota maju dalam rangka memperluas daratan sehingga bisa digunakan untuk area bisnis, perumahan,wisata rekreasi dan keperluan lainya. selalu ada dampak positif dan negatif dalam setiap kegiatan termasuk dalam hal pengurugan tepi laut ini, bisa jadi yang melakukan kegiatan hanya mendapat keuntunganya saja sementara kerugian harus ditanggung oleh pihak yang tidak mengerti apa-apa, tanpa disadari banyak daerah pesisir pantai terpencil yang hilang karena aktifitas reklamasi ini.


Dampak negatif atau kerugian reklamasi pesisir pantai 
  1. Peninggian muka air laut karena area yang sebelumnya berfungsi sebagai kolam telah berubah menjadi daratan. 
  2. Akibat peninggian muka air laut maka daerah pantai lainya rawan tenggelam, atau setidaknya air asin laut naik ke daratan sehingga tanaman banyak yang mati, area persawahan sudah tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam, hal ini banyak terjadi diwilayah pedesaan pinggir pantai. 
  3. Musnahnya tempat hidup hewan dan tumbuhan pantai sehingga keseimbangan alam menjadi terganggu, apabila gangguan dilakukan dalam jumlah besar maka dapat mempengaruhi perubahan cuaca serta kerusakan planet bumi secara total. 
  4. Pencemaran laut akibat kagiatan di area reklamasi dapat menyebabkan ikan mati sehingga nelayan kehilangan lapangan pekerjaan. 

Dampak positif atau keuntungan reklamasi pesisir pantai 
  1. Ada tambahan daratan buatan hasil pengurugan pantai sehingga dapat dimanfaatkan untuk bermacam kebutuhan. 
  2. Daerah yang dilakukan reklamasi menjadi aman terhadap erosi karena konstruksi pengaman sudah disiapkan sekuat mungkin untuk dapat menahan gempuran ombak laut. 
  3. Daerah yang ketinggianya dibawah permukaan air laut bisa aman terhadap banjir apabila dibuat tembok penahan air laut di sepanjang pantai. 
  4. Tata lingkungan yang bagus dengan perletakan taman sesuai perencanaan, sehingga dapat berfungsi sebagai area rekreasi yang sangat memikat pengunjung. 

Melihat kelebihan dan kekurangan reklamasi tersebut nampaknya tetap lebih banyak dilakukan karena dampak negatif lingkungan justru ditanggung daerah lain yang terkadang tidak tahu apa-apa tentang adanya reklamasi pantai yang letaknya jauh dari tempat tinggal. solusi terbaik bisa dilakukan dengan mencari teknologi terbaru mengenai pemanfaatan wilayah laut untuk aktifitas hidup manusia contohnya dengan membuat gedung atau rumah terapung di atas permukaan laut, namun hal ini tentu perlu penelitian yang dalam sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai, bagi yang hendak memberikan uraian atau solusi mengenai kegiatan reklamasi pantai bisa berbagi disini.

Reklamasi dan Aspek Pelestarian Lingkungan
Rujukan utama dalam pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia adalah Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang secara regulatif melandasi kebijakan di Indonesia. Undang-undang ini menjamin dalam pelaksanaan pembangunan diharapkan adanya keselarasan hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan dan komponen lingkungan lainnya, serta dapat memenuhi masa kini dan menjaga kelestarian untuk masa datang.
Dampak lingkungan lainnya dari proyek reklamasi pantai adalah meningkatkan potensi banjir. Hal itu dikarenakan proyek tersebut dapat mengubah bentang alam (geomorfologi) dan aliran air (hidrologi) di kawasan reklamasi tersebut. Perubahan itu antara lain berupa tingkat kelandaian, komposisi sedimen sungai, pola pasang surut, pola arus laut sepanjang pantai dan merusak kawasan tata air. Potensi banjir akibat proyek reklamasi itu akan semakin meningkat bila dikaitkan dengan adanya kenaikan muka air laut yang disebabkan oleh pemanasan global.

Selasa, 05 April 2016

Pantai Teluk Penyu (Tempat Wisata Paling Berkesan)



            Setiap orang pun pernah merasakan berwisata ketempat yang sangat mengasyikan. Dan disetiap tempat wisata itu pasti selalu mengabadikannya dan tidak ingin ketinggalan dengan moment yang sedang mereka lakukan. Setiap orang pasti juga mempunyai salah satu tempat wisata yang paling berkesan menurut pendapatnya masing-masing. Begitupun dengan saya juga mempunyai salah satu tempat wisata yang paling berkesan yaitu di Pantai Teluk Penyu Cilacap Jawa Tengah.
          Mungkin sebagian orang sudah ada yang tau tempat itu dan sebagian orang bahkan ada yang belum tau apa sih pantai teluk penyu itu?
Pantai Teluk Penyu yang merupakan salah satu tempat wisata andalan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah selain Benteng Pendem. Sangat cocok sebagai pelepas penat dan penghilang stres. Pantai Teluk Penyu terletak di kecamatan Cilacap Selatan dengan jarak 2 km ke arah timur dari pusat kota Kabupaten Cilacap dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum dan pribadi. Kawasan pantai yang membujur dari utara (Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap), ke selatan (Pulau Nusakambangan) dengan panorama gelombang laut yang cukup besar, kapal-kapal tanker yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung Intan dan perahu-perahu nelayan tradisional yang berlalu lalang di sepanjang pantai Teluk Penyu serta tegarnya Kilang Pertamina dan Pulau Nusakambangan menambah indahnya suasana pantai.







Description: Pantai teluk penyu
 







          Suatu ketika saya dan keluarga saya (Papah, mamah, adik, dan kakak) pergi mudik ke kampung halaman papah saya yaitu Cilacap Jawa Tengah. Tidak ketinggalan setiap saya pergi mudik saya pun selalu mengunjungi pantai teluk penyu. Pemandangan yang sangat indah sekali yang bisa kita lihat dari pesisir pantai dan banyak nelayan yang baru datang dan pergi bernelayan. Dengan gemuruh ombak kita dapat sangat menikmati keindahan pantai teluk penyu. Pantai teluk penyu itu sangat dekat dengan pantai pasir putih atau disebut dengan Pulau Nusakambangan. Selain kita bisa menikmati keindahan pantai teluk penyu, kita pun dapat melihat keindahan pantai sebrang pantai pasir putih Pulau Nusakambangan dengan manaiki perahu yang telah disediakan dengan tarif yang sangat murah dan waktu tempuh sekitar satu jam. Didekat pesisir pantai pun terdapat banyak tempat makan seafood bagi kalian sudah lapar bisa langsung mencicipi berbagai macam kuliner yang ada disana. Selain tempat kuliner yang sangat banyak, disana juga terdapat banyak sekali tempat pembelian oleh-oleh khas pantai teluk penyu Cilacap Jawa Tengah.
          Yang sangat membuat saya berkesan mengunjungi pantai teluk Penyu Cilacap Jawa Tengah itu selain dari pemandangannya, saya bisa berwisata bersama keluarga saya sambil menikmati indahnya pantai teluk penyu. Hal yang sangat berkesan sekali bila bisa berwisata bersama keluarga. Sanak saudara saya pun dari keluarga besar papah saya banyak yang tinggal di Cilacap Jawa Tengah. Jadi, sehabis saya menikmati indahnya pantai teluk penyu dan mencicipi berbagai macam kuliner yang ada disana, saya pun langsung bergegas beristirah disalah satu rumah sanak saudara saya.
          Begitulah yang dapat saya ceritakan mengenai tempat wisata saya yang paling berkesan yaitu di pantai teluk penyu Cilacap Jawa Tengah. Silahkan, bagi anda yang ingin berkunjung kesana.